Selasa, 20 Desember 2011

Bagaimana memperbaiki komputer yang rusak

Hardware Jika kita lihat begitu banyak software serta komponen hardware yang dibutuhkan sekarang ini oleh sebuah komputer modern agar dapat berjalan, maka bisa dibilang akan menjadi keajaiban seandainya antara software dan hardware yang ada dan banyak tersebut dapat berjalan dengan baik dalam waktu yang cukup lama.
Para pengguna komputer tentu pernah mengalami yang namanya komputer eror atau crash, komputer tidak mau nyala, komputer nyala tapi tidak bisa boot ke Windows, dll. Semuanya dapat terjadi karena ada masalah dengan hardware atau dengan aplikasi.
Di bawah ini ada beberapa masalah umum yang sering kita temui dan bagaimana menyelesaikannya:
Jika komputer kita tidak bisa menyala
- Coba pindahkan colokan powernya ke tempat yang lain
- Jika itu laptop, maka coba dengan baterai atau power adapter yang lain (kalau kita mempunyainya)
- Untuk komputer desktop, pastikan semua komponen komputer terpasang dengan baik, seperti kartu grafik, RAM, dan yang lain-lainnya
- Jika 3 langkah di atas tidak membantu, mungkin masalahnya terdapat pada motherboard atau power supply dan kecuali kita memiliki cadangan maka langkah yang harus ditempuh adalah menggantinya dengan yang baru
Jika komputer menyala tapi tidak bisa boot ke Windows
- Pertama nyalakan komputer seperti biasa lalu tekan F8 secara berulang saat proses boot. Nanti kita akan dihadapkan pada pilihan boot dan salah satunya adalah "Safe Mode"
- Pilih "Safe Mode", uninstall aplikasi terakhir yang kita instal sebelum komputer eror. Update semua driver hardware komputer kita (jika kita perlu mendownload driver yang baru maka kita pilih "Safe Mode with Networking") lalu buka aplikasi System Restore (Start Menu, Accessories, System Tools, System Restore) untuk mengembalikan pada titik dimana komputer kita dapat berjalan dengan baik
- "Safe Mode" tidak bisa juga? Maka hard disk kita mungkin yang bermasalah. Cari cd recovery dan boot menggunakan cd tersebut, kemudian simpan data-data penting yang ada di hard disk untuk jaga-jaga dari kemungkinan terburuk.
- Jika kita dengar suara dari komputer saat proses startup maka kemungkinan BIOS mencoba memberitahu bahwa ada masalah dengan salah satu komponen komputer kita, seperti kipas prosesor yang tidak terpasang dengan benar atau power supply yang bermasalah. Bunyi suara dari komputer ini tidak memiliki standar sehingga langkah terbaik adalah mencobanya di komputer yang lain dan melihat website pembuat BIOS untuk mengetahui komponen mana yang bermasalah.
Jika Windows berhasil boot tapi kemudian langsung crash
- Mulai dengan mengupdate semua driver. Yang pertama update driver penting yang disediakan oleh pembuat komputer (motherboard), lalu driver untuk peripheral dan perangkat tambahan lainnya. Dan jangan lupa untuk mengupdate BIOS
- Jika komputer kita langsung crash setelah startup, coba uninstall semua yang baru saja didownload dan cek aplikasi startup serta proses background untuk melihat masalah yang terjadi. Kita dapat melihat proses-proses yang sedang berlangsung di Task Manager dengan menekan Ctrl-Shift-Esc dan mengklik tab Processes tab--dan menggunakan ProcessLibrary.com sebagai referensi untuk mengetahui tentang proses tersebut. Untuk bagian startup, ketik msconfig di kotak Run dan lihat di tab startup untuk melihat yang terjadi. Jika ada yang baru kita instal di sana maka mungkin disanalah masalahnya
- Kalau Windows crash dan susah untuk ditelusuri, coba jalankan scan untuk mencari virus dan malware dengan aplikasi antivirus. Dan sebaliknya kalau baru-baru ini kita menginstal aplikasi antivirus lalu malah muncul masalah sesudahnya maka coba uninstal dan gunakan antivirus yang lain.
- Masih belum ketemu solusinya? Jika sudah mentok maka gunakan Google untuk mencari tahu penyebab serta solusi dari masalah yang kita hadapi, terlebih jika ada pesan erornya atau kita dapat mencari solusinya di situs-situs dukungan resmi atau forum-forum teknologi yang banyak bertebaran di internet.
- Jika sudah mentok, jalan terakhir adalah menginstal ulang Windows (clean install). Backup data kita, format ulang hard disk dan instal dari awal.

0 komentar:

Posting Komentar